kisah yang tak mungkin terlupakan. Pertemuan dengan seorang tukang tambal ban yang benar-benar mengubah hidup. Ternyata benar, membantu orang orang lain itu dapat memudahkan aliran rezeki. Pagi-pagi buta, dengan berkendara sepeda motor, saya mengantar istri mengikuti pelatihan Guru. Baru setengah perjalanan, tiba-tiba motor mudah oleng ke kanan dan ke kiri. Ketika diperiksa, ban depan gembos. Saya merutuk karena merasa tersinggung. Bukan apa-apa, saya juga harus membagi waktu ke kantor supaya tidak terlambat. Tetapi ini malah bocor. Akhirnya terpaksa istri naik bus kota. Sementara saya mencari tukang tambal ban terdekat. Nyatanya, sejauh berjalan sambil ngos-ngosan, tak tampak ada tukang tambal ban. Saya memaki habis-habisan. Untunglah, di dekat sebuah pasar, ketemu juga dengan tukang tambal ban. Dengan semangat segera saja motor saya tepikan. “Maaf pak. Belum operasi. Mungkin nanti siang atau sore. Saya belum tidur,” kata si tukang tambal. Amalaakk, rusuh hati saya. Kemudian d...